Asas ini merupakan gabungan dari sistem sentralisasi dan desentralisasi, yaitu masing-masing unit kerja dapat melaksanakan pengelolaan suratnya sendiri-sendiri, namun pengendaliannya dilakukan secara terpusat. Asas ini bertujuan meningkatkan kelebihan dari suatu asas dan meminimalkan kekurangannya. Dengan demikian, dalam asas ini terdapat dua tempat pengelolaan arsip, yaitu unit kearsipan di pusat yang mengelola arsip inaktif, dan unit kerja (pengolah) yang mengelola arsip aktif.

Adapun keuntungan sistem gabungan ini, antara lain sebagai berikut.
1) Keseragaman prosedur dan tata kerja.
2) Proess kerja lancer, karena arsip aktif berada di unit pengolah.
3) Efisiensi kerja di unit pengolah, karena adanya pemisahan antara arsip aktif dan inaktif.
4) Lebih mudah dalam pengendalian dan pembinaannya.
5) Karyawan di unit kerja dapat bertambah.

Walaupun asas ini digunakan untuk meminimalkan kekurangan dari kedua asas tersebut, namun tetap saja asas ini memiliki kelemahan, yaitu sebagai berikut.

a. Karena diselenggarakan di dua tempat, maka tentu saja peralatan yang digunakan
cukup banyak.
b. Kemungkinan adanya arsip kembar dapat terjadi.
c. Membutuhkan tenaga yang lebih banyak.