"Abah": Warisan Nilai Kehidupan dan Jejak Kepemimpinan Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. di Universitas Pendidikan Indonesia

Bandung, 29 Mei 2026 – Dalam upaya melestarikan memori institusi, Arsip Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan wawancara sejarah lisan di kediaman keluarga almarhum Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd., di Jalan Terusan Kalijati No. 8, Antapani, Bandung. Kegiatan ini menghadirkan tiga putra-putri almarhum, yaitu dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., Haipan Salam, M.Si., Ph.D., dan Julianita Fahmi, dr., M.Sc., yang berbagi kisah mengenai kehidupan, perjalanan akademik, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh almarhum kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan wawancara dipandu oleh Agun Gunawan, S.T. sebagai pewawancara, dengan didampingi oleh Dr. Yudi Kusumah, M.Pd., Kepala Seksi Pengelolaan dan Pelestarian Arsip Universitas UPI.

Bagi keluarga, Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. bukan sekadar seorang guru besar, melainkan sosok ayah yang akrab disapa "Abah". Beliau dikenal sebagai kepala keluarga yang penuh perhatian dan terlibat langsung dalam mendidik putra-putrinya, mulai dari mengurus kebutuhan sekolah hingga membangun karakter melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika masih mengawali karier sebagai asisten dosen di Universitas Pendidikan Indonesia dan tinggal di kawasan Gegerkalong, Abah membangun tradisi keluarga yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan. Anak-anak dibiasakan mengaji, melaksanakan salat berjamaah di masjid, serta belajar setiap selesai salat Magrib dengan televisi dimatikan agar suasana belajar tetap kondusif. Salah satu kebiasaan yang paling membekas adalah pelaksanaan ujian hafalan Al-Qur'an setiap malam. Tradisi tersebut bahkan tetap dipertahankan hingga sekitar tahun 2020, ketika seluruh anak-anaknya telah berkeluarga.

Keluarga juga mengenang Abah sebagai tempat berdiskusi dan meminta nasihat, baik bagi anak-anak maupun kolega di lingkungan kampus. Salah satu pesan yang terus diingat adalah agar tidak menjadikan tempat kerja sebagai tempat untuk meminta, melainkan sebagai tempat untuk memberikan manfaat, berkarya, dan mengabdi. Nilai tersebut menjadi prinsip hidup yang diwariskan kepada seluruh anggota keluarga.

Perjalanan hidup Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. berakar dari Tarogong, Garut. Beliau lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Ayahnya, Abah Saleh, merupakan seorang guru mengaji yang memberikan fondasi kuat terhadap pembentukan karakter beliau. Pendidikan ditempuh di SMA Negeri 1 Garut, kemudian sempat melanjutkan studi di IAIN sebelum akhirnya memilih Program Studi Pendidikan Luar Sekolah di Universitas Pendidikan Indonesia. Dedikasi terhadap dunia pendidikan mengantarkan beliau menyelesaikan pendidikan magister dan doktor, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu akademisi terkemuka di bidang pendidikan luar sekolah dan pembelajaran sepanjang hayat. Tradisi mengirim anak-anaknya ke Garut setiap masa liburan untuk belajar mengaji bersama sang kakek menjadi bagian dari upaya beliau meneruskan nilai-nilai keluarga kepada generasi berikutnya.

Selain dikenal sebagai akademisi, Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. meninggalkan jejak kepemimpinan yang penting dalam sejarah perkembangan Universitas Pendidikan Indonesia. Beliau pernah dipercaya menjabat sebagai Pembantu Rektor II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, yang kini dikenal sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya. Dalam amanah tersebut, beliau berkontribusi memperkuat tata kelola keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, dan pengembangan administrasi kelembagaan sebagai fondasi menuju tata kelola universitas yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Pengabdian beliau di UPI juga diwujudkan melalui berbagai jabatan strategis lainnya, di antaranya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Ketua Program Studi Pengembangan Kurikulum Sekolah Pascasarjana, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA), serta Ketua Komite Audit UPI. Pada setiap amanah yang diemban, Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. dikenal sebagai sosok pemimpin yang mengedepankan integritas, inovasi, dan penguatan mutu akademik, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan tata kelola Universitas Pendidikan Indonesia.

Melalui kegiatan wawancara sejarah lisan ini, Arsip Universitas UPI tidak hanya mendokumentasikan perjalanan hidup seorang tokoh pendidikan, tetapi juga berupaya melestarikan nilai-nilai keteladanan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang diwariskan Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. kepada keluarga, sivitas akademika, dan masyarakat. Dokumentasi sejarah lisan ini diharapkan menjadi bagian penting dari memori kolektif Universitas Pendidikan Indonesia serta sumber inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun budaya akademik yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. (SM)

Kembali