Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengelolaan Arsip di Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI Tahun 2025

Selasa, 11 November 2025

Dari Teori ke Praktik: Arsip Universitas Gelar Bimtek Khusus untuk Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta

Ruang Rapat PPID di Gedung University Center menjadi saksi pertemuan antara tradisi kearsipan dan dunia digital. Pagi itu, Arsip Universitas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan dan Pengelolaan Arsip yang dikhususkan untuk jajaran Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta—unit yang notabene berurusan dengan teknologi paling mutakhir di kampus.

Asep Mulyana, S.A.P., M.Pd., Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, membuka sesi dengan perspektif yang menarik. Baginya, betapa pun canggihnya teknologi yang dikembangkan, fondasi tata kelola dokumen tetap menjadi kunci. "Penataan arsip yang baik di setiap Unit Pengolah dan Unit Kearsipan adalah tulang punggung dari pengelolaan dokumen universitas yang tertib, efisien, dan sesuai kaidah," tegasnya.


Kehadiran Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Direktur direktorat yang membawahi Direktorat tersebut, bersama seluruh stafnya, menunjukkan keseriusan unit tersebut dalam membangun sistem kearsipan yang solid.

Teori saja tidak cukup. Memasuki sesi siang, suasana berubah menjadi lebih dinamis. Adhiyana Suryaning Putri, A.Md., mengambil alih sebagai instruktur praktik, membimbing peserta step-by-step dalam pengelolaan, penyimpanan, dan pelestarian arsip.

Yang menarik, peserta tidak hanya mendengar dan mencatat—mereka langsung mempraktikkan bagaimana arsip seharusnya dikelola sesuai standar universitas. Dari pemilahan dokumen, penataan fisik, hingga sistem penyimpanan yang efektif, semuanya dilakukan secara hands-on.

Yang menarik, peserta tidak hanya mendengar dan mencatat—mereka langsung mempraktikkan bagaimana arsip seharusnya dikelola sesuai standar universitas. Dari pemilahan dokumen, penataan fisik, hingga sistem penyimpanan yang efektif, semuanya dilakukan secara hands-on.

Bimtek ini bukan sekadar acara seremonial. Ada target jelas di baliknya: meningkatkan pemahaman dan keterampilan konkret dalam pengelolaan arsip di seluruh unit kerja. Dengan begitu, tata kelola arsip universitas tidak hanya tertib dan efektif, tetapi juga berkelanjutan—mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi dokumentasi yang solid.

Di era digital dan kecerdasan buatan, arsip tetap menjadi ingatan institusi yang tidak boleh dilupakan. (AT/ASP)

Kembali