Hidup dalam Karya, Abadi dalam Ingatan H. Karna Yudibrata, Budayawan Sunda Sejati

Wawancara sejarah lisan bersama Dr. Ace Iwan Suryawan, S.Pd., M.Hum. mengungkap sosok pendidik, pemimpin humanis, dan budayawan sejati yang meninggalkan jejak mendalam bagi sivitas akademika UPI.

Arsip Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan perekaman sejarah lisan pada Minggu, 25 Mei 2026, di Ruang Podcast Lantai II, Gedung Arsip UPI. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ace Iwan Suryawan, S.Pd., M.Hum. sebagai narasumber untuk berbagi cerita tentang sosok almarhum Prof. H. Karna Yudibrata tokoh pendidik, sastrawan, dan budayawan Sunda yang namanya tak terpisahkan dari sejarah UPI.

Kedekatan Dr. Ace Iwan Suryawan, S.Pd., M.Hum. dengan almarhum terjalin dalam berbagai peran: sebagai mahasiswa, kolega di lingkungan kampus, hingga lurah di Kabumi organisasi yang didirikan dan dibina langsung oleh Pak Karna. Hubungan itu kian erat ketika diketahui keduanya masih memiliki ikatan kekeluargaan; Ace Irwan berasal dari Ciamis, sementara Pak Karna dari Cisontro.

"Beliau bukan hanya seorang dosen dan guru, tetapi juga seorang ayah dan mentor yang luar biasa. Beliau adalah sosok yang digugu jeung ditiru — dipatuhi, diteladani, dan dicontoh." ujar Dr. Ace Iwan Suryawan, S.Pd., M.Hum. ,

Narasumber menggambarkan Pak Karna sebagai perwujudan nyata dari filosofi Sunda: panceg agamana, luhung elmuna, jembar budayana, rancage gawena yang artinya teguh dalam agama, tinggi ilmunya, luas wawasan budayanya, dan tekun dalam bekerja. Dalam berinteraksi dengan mahasiswa, beliau mengedepankan pendekatan emosional dan persuasif yang hangat, sehingga mahasiswa merasa dekat, bukan sekadar diajar.

Karier Pak Karna mencakup jabatan sebagai Direktur pertama ASTI Bandung yang kini dikenal sebagai ISBI Bandung sebelum kemudian menjabat sebagai Pembantu Rektor III UPI. Meski memegang amanah besar, beliau selalu hadir di tengah mahasiswa dengan kerendahan hati. Para ketua BEM, ketua himpunan, hingga ketua UKM merasa nyaman dan tidak canggung di hadapannya. Yang membedakan Pak Karna dari pemimpin lain adalah caranya menyelesaikan masalah: bukan dengan paksaan atau ancaman, melainkan dengan dorongan dan motivasi. Hasilnya, mahasiswa justru bersemangat menuntaskan tugasnya sendiri.

Sebagai budayawan, karya-karya Pak Karna — baik cerpen maupun sastra lainnya — ditulis dalam bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Karya paling fenomenal yang disebut narasumber adalah syair lagu Isola, yang diciptakan bersama komponis Nano S. Lagu ini menjadi kebanggaan UPI karena menggambarkan semangat lahirnya generasi penerus pendidik bangsa.

Nilai Pendidikan Dalam Karya:

  • Pendidikan sebagai bentuk bakti kepada orang tua
  • Empati dan solidaritas: kesadaran untuk saling menolong, berbelas kasih, dan menghargai sesama
  • Kesederhanaan dan integritas: hidup jujur dan menjaga harga diri
  • Identitas budaya Sunda melalui filosofi silih asih, silih asah, silih asuh

"Kemajuan harus diraih bersama-sama, agar kebahagiaan dan keberkahan pun dapat dinikmati bersama." Pesan yang tertanam dalam karya-karya H. Karna Yudibrata.

Kegiatan wawancara sejarah lisan ini merupakan bagian dari upaya Arsip Universitas UPI dalam mendokumentasikan memori kolektif institusi, merawat kisah para tokoh yang telah membentuk wajah universitas ini, agar dikenal dan dikenang oleh generasi yang akan datang.

Tim Pelaksana an Kegiatan ini dikoordinasi oleh  Dr. Yudi Kusumah, M.Pd,  selaku Kepala Seksi Pengelolaan dan Pelestarian Arsip, dengan pewawancara  Agun Gunawan, S.T.  dan kameraman  Febian . Rekaman hasil wawancara akan disimpan sebagai khazanah sejarah arsip Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). (SM)


Kembali