TAHAP PRA-WAWANCARA DALAM PROGRAM WAWANCARA SEJARAH LISAN PIMPINAN/TOKOH UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA DENGAN Dr. PIPIT PITRIANI, M.Kes., Ph.D .SALAH SEORANG PUTRI DARI (Alm). PROF. DR. ISHAK ABDULHAK, M.PD.

10 Februari 2026

Pelaksanaan program Wawancara Sejarah Lisan Tokoh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tidak dapat dilepaskan dari tahapan persiapan yang matang dan terencana. Salah satu tahapan terpenting dalam proses ini adalah tahap pra-wawancara, yakni serangkaian kegiatan metodologis yang dilakukan sebelum wawancara utama berlangsung. Tahap ini bukan sekadar formalitas prosedural, melainkan merupakan fondasi ilmiah yang menentukan kualitas data dan kedalaman informasi yang akan diperoleh. Secara praktis, tahap pra-wawancara mencakup beberapa kegiatan pokok, yaitu penelusuran sumber-sumber tertulis yang relevan, pengenalan terhadap lingkungan sosial dan profesional tokoh, serta penentuan narasumber pendukung yang memiliki hubungan langsung dengan tokoh yang akan diwawancarai. Melalui proses ini, tim peneliti berupaya membangun gambaran awal yang menyeluruh dan berimbang tentang tokoh yang menjadi subjek utama wawancara, sehingga dapat dilaksanakan secara lebih terarah, mendalam, dan bermakna.

Tokoh yang menjadi subjek utama dalam program wawancara sejarah lisan ini adalah (alm) Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. seorang Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumer Daya dan Adminsitrasi Umum yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah UPI. Kontribusi beliau terhadap universitas mencakup berbagai dimensi, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pembenahan struktur kelembagaan, hingga pembentukan budaya organisasi yang menjadi ciri khas UPI. Mengingat besarnya peran yang telah beliau emban, penggalian informasi tentang kepemimpinan (alm) Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya bertumpu pada satu sudut pandang saja. Oleh karena itu, selain wawancara langsung dengan beliau sebagai pelaku sejarah, diperlukan pula keterangan dari pihak-pihak lain yang mengenal dan berinteraksi langsung dengan beliau. Pendekatan ini penting untuk menghasilkan rekonstruksi sejarah yang lebih utuh, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, dilakukan penelusuran sistematis terhadap kolega, sahabat dekat, dan keluarga (alm) Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. Upaya ini merupakan bagian dari penerapan triangulasi sumber, yaitu sebuah metode dalam penelitian sejarah lisan yang bertujuan untuk memverifikasi, memperkaya, dan menempatkan informasi dari narasumber utama dalam konteks yang lebih luas. Dengan kata lain, triangulasi sumber memungkinkan peneliti untuk membandingkan dan menyilangkan informasi dari berbagai pihak, sehingga kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat sepihak, melainkan didasarkan pada beragam perspektif yang saling melengkapi.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari Dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., telah teridentifikasi dua nama yang direkomendasikan sebagai narasumber pendukung dalam program ini, yaitu Bapak Dr. Cepy Riyana,M.Pd., Prof. Dr. Ihat Hatimah, M,Pd. atau Ibu Yanti, staf pada Prodi Pendidikan Masyarakat (Penmas FIP). Keduanya dipilih karena memiliki kedekatan relasional dan pengalaman interaksi langsung dengan (alm) Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. dalam lingkungan akademik UPI. Dengan demikian, mereka dinilai mampu memberikan keterangan yang sahih, bernilai, dan relevan untuk memperkaya narasi sejarah yang sedang dibangun.

Keterlibatan kedua narasumber pendukung ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih kritis dan multidimensional tentang perjalanan karier, orientasi kebijakan, dan gaya kepemimpinan (alm) Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd. Pada akhirnya, rekonstruksi sejarah lisan yang dihasilkan dari program ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi personal seorang tokoh, tetapi juga menjadi bagian penting dari memori kolektif institusi, yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan identitas dan kebanggaan kelembagaan Universitas Pendidikan Indonesia. (SM)

Kontributor: Saepuddin, S.IP.

Kembali