Verifikasi Lapangan Pengawasan Kearsipan Internal UPI Tahun 2025 di Kampus UPI di Sumedang
Mantan Juara Pengelolaan Arsip, UPI Kampus Sumedang Siap Buktikan Konsistensinya
Ada ekspektasi tinggi yang menggantung ketika Tim Verifikasi Lapangan Pengawasan Kearsipan Internal UPI Tahun 2025 tiba di Sumedang. Bagaimana tidak? Kampus ini pernah menjadi juara dalam pengelolaan arsip, dan kini saatnya membuktikan apakah prestasi itu masih terjaga atau justru memudar.
Dr. Anggi Setia Lengkana, M.Pd., Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, membuka kegiatan dengan penuh antusiasme. Suasana semakin serius ketika Asep Mulyana, S.AP., M.Pd., Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, mulai memaparkan mekanisme verifikasi lapangan. Beliau menjelaskan langkah-langkah pengawasan kearsipan serta menyampaikan hasil sementara penilaian mandiri instrumen kearsipan dari Unit Kearsipan II (UK II) dan Unit Pengolah (UP).
Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Indra Safari, M.Pd., menyampaikan kesungguhannya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengawas sekaligus berharap proses verifikasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan nilai yang seharusnya—nilai yang mencerminkan kampus akademik yang pernah menjadi yang terbaik.
"Dokumen-dokumen pendukung harus lengkap sehingga dapat mendongkrak hasil pengisian instrumen mandiri kami," tegasnya dengan penuh keyakinan.
Sesi diskusi menghadirkan pertanyaan krusial yang relevan dengan era digital. Dr. Anggi Setia Lengkana mengungkapkan bahwa UPI Kampus Sumedang sedang mengembangkan aplikasi persuratan digital dan menanyakan legalitas penggunaannya.
Pertanyaan ini langsung ditanggapi oleh Asep Mulyana selaku Ketua Tim. Beliau menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang ITE, penyelenggara sertifikat digital harus merupakan lembaga resmi yang sah. Penjelasan ini menjadi penting mengingat semakin banyak kampus yang beralih ke sistem digital namun belum sepenuhnya memahami aspek legalitasnya.
Teori dan diskusi saja tidak cukup. Kegiatan dilanjutkan dengan verifikasi langsung ke Unit Kearsipan II (tingkat Kampus UPI di daerah) dan salah satu program studi di lingkungan UPI Kampus Sumedang. Di sinilah tim melihat secara langsung praktik pengelolaan arsip—dari dokumen fisik hingga sistem digital yang sedang dikembangkan.
UPI Kampus Sumedang tidak ingin hanya berpuas diri dengan prestasi masa lalu. Kampus ini berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola arsip menuju sistem pengelolaan yang lebih modern, efektif, dan efisien. Dengan dukungan tim verifikasi dan semangat untuk meraih kembali posisi terbaik, masa depan pengelolaan arsip di kampus ini tampak menjanjikan.
Pertanyaannya sekarang: apakah sang mantan juara akan kembali ke podium tertinggi? Hasil verifikasi akan menjawabnya. (AT/ASP)
Kembali